Rumah Adat
Rumah adat Kalimantan Tengah dinamakan Rumah Betang, Bentuk rumahnya panjang, bawah kolongnya digunakan untuk pertenun dan menumbuk padi dan dihuni oleh lebih kurang 20 kepala keluarga. Rumah terdiri dari 6 kamar antara lain untuk penyimpanan alat-alat perang, kamar untuk pendidikan gadis, tempat sesajian, tempat upacara adat dan agama, tempat penginapan dan ruang tamu. Pada kiri-kanan ujung atap dihiasi tombak sebagai penolak mara bahaya.
Seni Tradisional
Tari Tambun dan Bungai Merupakan sebuah tari yang mengisahkan kepahlawanan Tambun dan Bungai dalam mengusir musuh yang akan merampas panen rakyat. Tari Balean Dadas Merupakan tarian guna memohon kesembuhan bagi mereka yang sakit. Tari Sangkai Tingang Merupakan tari garapan yang memanfaatkan perbendaharaan gerak tari tradisi ini menggambarkan sikap sekelompok wanita dalam mencintai lingkungan hidupnya. Mereka berusaha dan berdoa agar burung enggang yang indah itu tetap dilindungi kelestariannya.
Senjata TradisionalSumpit
Sumpit Randau atau Lunjuk (bahasa Kalimantan Tengah: sipet) adalah senjata yang digunakan untuk berburu maupun dalam pertempuran terbuka atau sebagai senjata rahasia untuk pembunuhan diam diam. Penggunaan sumpit yaitu dengan cara ditiup. Dari segi penggunaannya sumpit atau sipet ini memiliki keunggulan tersendiri karena dapat digunakan sebagai senjata jarak jauh dan tidak merusak alam karena bahan pembuatannya yang alami. Dan salah satu kelebihan dari sumpit atau sipet ini memiliki akurasi tembak yang dapat mencapai 200 meter.
Mandau Bagian hulunya dihiasi ukiran burung tinggang, sejenis burung enggang. Menurut kepercayaan mereka, burung tinggang adalah penguasa seluruh alam. Senjata terkenal lainnya adalah lunjuk sumpit, randu (sejenis tombak) dan perisai.
Pakaian Adat
Pakaian adatnya pria Kalimantan Tengah berupa kepala berhiasankan bulu-bulu enggang, rompi dan kain-kain yang menutup bagian bawah badan sebatas lutut. Sebuah tameng kayu hiasan yang khas bersama mandaunya berada di tangan. Perhiasan yang dipakai berupa kalung-kalung manik dan ikat pinggang. Wanitanya memakai baju rompi dan kain (rok pendek), tutup kepala berhiaskan bulu-bulu enggang, kalung manik, ikat pinggang dan beberapa gelang tangan.
Suku
Suku bangsa dominan di
Kalimantan Tengah yaitu Suku Dayak, Suku Banjar dan Suku
Jawa. Suku Dayak terutama menempati daerah pedalaman, Suku Banjar sebagian
besar menempati kawasan perkotaan dan Suku Jawa mendiami kawasan transmigrasi.
Suku transmigran lainnya yang terdapat di Kalteng yaitu Suku
Madura, Suku Sunda, Suku Bali dan kelompok etnis asal Nusa
Tenggara Timur. Selain itu terdapat pula Suku Melayu yang menempati
pesisir Sukamara dan Kotawaringin Barat, Suku
Batak dan suku-suku lainnya dari berbagai daerah di Indonesia. Menurut
Lontaan dan Sanusi (1976: 2-3), terdapat 10 suku asli yang mendiami wilayah
Kotawaringin Barat, dan berinduk pada Suku Dayak Ngaju. Kesepuluh suku itu
adalah Suku Mendawai, Suku Ruku Mapaan, Suku Darat, Suku Lamandau, Suku Bulik,
Suku Mentobi, Suku Belantikan, Suku Batang Kana/Kawak, Suku Delang Ulu dan
Ilir, dan Suku Banjar (Lontaan dan Sanusi, 1976: 2-3). Kedatangan Suku Banjar
(yang juga merupakan suku dari Sultan) di daerah Kotawaringin yang termasuk
wilayah Kalimantan Tengah terkait dengan berdirinya Keadipatian Kotawaringin
sekitar 5 abad yang lalu.
Komposisi etnis di
Kalteng berdasarkan sensus tahun 2000 terdiri suku Banjar (24,20%), Jawa
(18,06%), Ngaju (18,02%), Dayak Sampit (9,57%), Bakumpai (7,51%), Madura
(3,46%), Katingan (3,34%) dan Maanyan (2,80%). Besarnya proporsi Suku Banjar
dan Jawa di Kalimantan Tengah karena perantauan orang Banjar
asal Kalimantan Selatan dan transmigrasi asal Jawa yang
cukup besar ke Kalimantan Tengah. Jika digabungkan jumlah suku Dayak di
Kalimantan Tengah (Ngaju, Sampit, Bakumpai, Katingan, Maanyan) mencapai 41,24%.
Komposisi Suku Bangsa di Kalimantan Tengah berdasarkan Sensus 2000, yaitu:
| Nomor | Suku bangsa | Jumlah | Konsentrasi |
| 1 | Dayak | 742.729 | 41,24% |
| 2 | Banjar | 435.758 | 24,20% |
| 3 | Jawa | 325.160 | 18,06% |
| 4 | Madura | 62.228 | 3,46% |
| 5 | Sunda | 24.479 | 1,36% |
| 6 |
Suku-suku lainnya (Melayu, Tionghoa, Arab,
Batak, Bugis, Bali, Flores (NTT) dll) | 210.359 | 11,69% |
| Total | 1.800.713 | 100,00% |
Bahasa
Pada dasarnya bahasa yang digunakan secara luas di Kalimantan Tengah adalah Bahasa Banjar dan Bahasa Indonesia. Persebaran Bahasa Banjar ke Kalimantan Tengah karena besarnya jumlah perantauan Suku Banjar asal Kalimantan Selatan sehingga Bahasa Banjar digunakan sebagai bahasa perdagangan dan bahasa sehari-hari. Masyarakat Suku Jawa di lokasi transmigrasi umumnya menuturkan Bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari. Bahasa Dayak yang dominan digunakan oleh Suku Dayak di Kalimantan Tengah, diantaranya Bahasa Ngaju yang digunakan di daerah sungai Kahayan dan Kapuas. Bahasa Bakumpai dan Bahasa Maanyan dituturkan oleh penduduk di sepanjang daerah aliran sungai Barito dan sekitarnya dan Bahasa Ot Danum yang digunakan oleh suku Dayak Ot Danum di hulu sungai Kahayan dan sungai Kapuas.
Lagu Daerah
– Harati – Ngo’ok Tua Nalai – Mamangun Tuntang Mahga Lewu – Kalayar – Palu Lempangpupoi





