Kalimantan Timur

Rumah Adat

Rumah adat Kalimantan Timur dinamakan Rumah Lamin. Rumah Lamin adalah rumah adat suku Dayak Kenyah diKalimantan Timur. Rumah itu berbentu panggung setinggi 3m dari tanah dan dihuni oleh 25-30 kepala keluarga. Ujung atap rumah diberi hiasan kepala naga, simbol keangungan, budi luhur, dan kepahlawanan. Halaman rumah diisi oleh patung patung Blontang, menggambarkan dewa dewa sebagai penjaga rumah atau kampung. Rumah lamin terbagi atas ruang dapur, ruang tidur dan ruang tengah guna menerima tamu atau pertemuan adat. Tangga untuk naik kerumah lamin terbuat dari satu pohon. Bentuk tangga ini tak berbeda antara rumah bangsawan dan rumah rakyat biasa. Dinding rumah terbuat dari katu diselingi daun rumbia, sedangkan kolong rumah dapan dipergunakan untuk memelihara ternak.

Seni Tradisional

Tari Gong Tari yang dipertunjukkan pada waktu upacara penyambutan terhadap tamu agung. Dapat pula dipertunjukkan sewaktu kelahiran seorang bayi kepala suku. Tari ini bersumber dari tari tradisi Dayak Kenyah, yang merupakan gabungan dari tari perang dan tari gong. Keseluruhannya menggambarkan kisah dua orang pemuda yang memperebutkan seorang putri yang kemudian menjelma menjadi seekor burung.
Tari Perang Tari yang mempertunjukkan pertarungan dua orang pemuda salam memperebutkan seorang gadis.
Hudug dan Belian Tari tarian yang mengandung kepercayaan magic untuk mengusir roh jahat yang menganggu.

Senjata Tradisional 

Di Kalimantan Timur pun, mandau merupakan sejata tradisional rakyatnya. Hulu mandau diberi ukuran burung enggang dengan hiasan rambut manusia. Dibuat oleh pandai besi yang mempunyai ilmu gaib. Mandau adalah semacam senjata yang berbentuk parang dengan panjang kira kira 1/2m. Mandau itu ada dua macam. Pertama, mandau yang disebut Tampilan dan dipakai untuk perang dan upacara. Kedua, mandau yang biasa dipakai untuk keperluan sehari hari. Senjata lainnya adalah bujak (senjata tombak), anak mandau, beliung, dan sumpit.

Pakaian Adat

Pria dari Kalimantan Timur memakai tutup kepala (topi) berhiaskan bulu bulu enggang, baju rompi dan kain tenun sebatas lutut. Sebuah tameng dengan hiasan yang khas berada ditangannya. Hiasan lainnya adalah kalung yang terbuat dari tulang atau gigi binatang. Sedangkan wanitanya memakai topi dengan hiasan yang khas baju rompi dan kain (rok) dengan warna dan hiasan yang khas pula. Perhiasan yang dipakai adalah kalung dan beberapa gelang dikedua belah tangannya.

Suku

Tiga suku bangsa terbesar di Kalimantan Timur yaitu Suku Jawa, Suku Bugis dan Suku Banjar. Hal tersebut karena Kalimantan Timur merupakan tujuan utama migran asal Pulau Jawa, Sulawesi dan Kalimantan Selatan. Suku Jawa merupakan kelompok etnis terbesar di Kaltim dan menyebar di hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur terutama daerah transmigrasi seperti Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau hingga daerah perkotaan seperti Kota Balikpapan, Samarinda,Bontang dan Tarakan.
Kelompok etnis terbesar kedua di Kalimantan Timur yaitu Suku Bugis yang banyak menempati kawasan pesisir dan perkotaan Kaltim seperti Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kota Tarakan, Bontang, Balikpapan dan Samarinda. Dibandingkan suku bangsa lainnya, orang Bugis merupakan kelompok yang paling dinamis hingga tersebar di kawasan utara Sabah. Selain Suku Bugis, suku asal Sulawesi lainnya, yaitu Suku Toraja, Suku Makassar, Suku Mandar dan Suku Minahasa juga banyak terdapat di Kalimantan Timur. Kelompok etnis terbesar berikutnya adalah Suku Banjar yang tersebar terutama di Kota Samarinda, Balikpapan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Paser dan Penajam Paser Utara.Suku Dayak menempati daerah pedalaman terutama Kabupaten Kutai Barat, Malinau dan Mahakam Ulu. Suku Kutai menempati Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur dan Kutai Barat. Suku Paser menempati Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara. Suku Berau yang menempati Kabupaten Berau. Suku Tidung dan Bulungan menempati Kabupaten Tana Tidung, Bulungan, Nunukan dan Kota Tarakan. Etnis keturunan Arab dan Tionghoa juga terdapat di Kalimantan Timur dan menempati kawasan perkotaan. Suku bangsa lainnya terdapat di Kalimantan Timur yaitu Suku Sunda, Suku Madura, Suku Batak, kelompok etnis asal Nusa Tenggara Timur serta suku bangsa lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.
Komposisi Suku Bangsa di Kalimantan Timur berdasarkan Sensus 2000, yaitu:

Nomor Suku Bangsa Jumlah Konsentrasi
1 Suku Jawa 721.351 29,55%
2 Suku Bugis 445.820 18,26%
3 Suku Banjar 340.381 13,94%
4 Suku Dayak  241.846 9,91%
5 Suku Kutai 224.859 9,21%
6 Suku Toraja 47.877 1,96%
7 Suku Sunda 38.941 1,59%
8 Suku Madura 30.181 1,24%
9 Suku-suku lainnya 350.277 14,34%
Total 2.441.533 100,00%

Bahasa Daerah 

Bahasa pengantar masyarakat Kalimantan Timur umumnya menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Banjar. Persebaran Bahasa Banjar ke Kalimantan Timur karena besarnya jumlah perantauan Suku Banjar asal Kalimantan Selatan sehingga Bahasa Banjar digunakan sebagai bahasa sehari-hari khususnya di Kota Samarinda dan Kota Balikpapan. Penutur Bahasa Jawa dan Bahasa Bugis juga cukup besar di Kalimantan Timur karena banyaknya pendatang asal Pulau Jawa dan Pulau Sulawesi yang mendiami Kalimantan Timur. Bahasa lainnya yang dituturkan masyarakat Kalimantan Timur diantaranya adalah Bahasa Kutai, Bahasa Paser, Bahasa Tidung, Bahasa Berau, Bahasa Tunjung, Bahasa Bahau,Bahasa Modang dan Bahasa Lundayeh.

Lagu Daerah

– Burung Enggang

– Meharit

– Sabarai

– Anjat manik

– Bebilin

– Andang Sigurandang

– Bedone

– Ayen Sae

– Sorangan

– Indung

– Indung

Bahasa Daerah

  Bahasa pengantar masyarakat Kalimantan Timur umumnya menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Banjar. Persebaran Bahasa Banjar ke Kalimantan Timur karena besarnya jumlah perantauan Suku Banjar asal Kalimantan Selatan sehingga Bahasa Banjar digunakan sebagai bahasa sehari-hari khususnya di Kota Samarinda dan Kota Balikpapan. Penutur Bahasa Jawa dan Bahasa Bugis juga cukup besar di Kalimantan Timur karena banyaknya pendatang asal Pulau Jawa dan Pulau Sulawesi yang mendiami Kalimantan Timur. Bahasa lainnya yang dituturkan masyarakat Kalimantan Timur diantaranya adalah Bahasa Kutai, Bahasa Paser, Bahasa Tidung, Bahasa Berau, Bahasa Tunjung, Bahasa Bahau,Bahasa Modang dan Bahasa Lundayeh.