Sulawesi Utara

Rumah Adat

Salah satu contoh rumah adat Sulawesi Utara dinamakan “Rumah Pewaris”. Rumah ini dihuni oleh para pemimpin maupun rakyat biasa. Rumah tersebut harus dibuat dari balok atau papak tanpa sambungan. Kayunya tak boleh bengkok sebagai pelambang ketulusan lahir dan batin. Atapnya dari daun rumbia dan dikanan kiri rumah terdapat tangga. Rumah pewaris mempunyai ruang tamu, ruang keluarga, dan kamar kamar. Rumah Adat Pewaris juga terdapat di Provinsi Gorontalo yang merupakan Provinsi Pemekaran dari Sulawesi Utara.

Seni Tardisional

Tari Cakalele – Tari Kebesaran Suku Minahasa – Sulawesi Utara
Tari Maengket, merupakan tari pergaulan yang dilakukan secara berpasang pasangan. Menggambarkan suasana kasih sayang dan cumbuan. – Tapi Panen, tari ini menggambarkan kegembiraan masyarakat Minahasa yang secara gotong royong melaksanakan panen cengkeh dan kopra. Ditarikan oleh sekelompok wanita, garapan tai ini didasarkan atas unsur unsur gerak tradisi setempat. – Tari Cakalele, adalah tari yang melambangkan keprajuritan dan kegagahan.

Senjata Tradisional

Keris merupakan senjata tradisional yang biasa dipakai oleh rakyat di Sulawesi Utara. Bentuknya lurus tanpa berlekuk lekuk. Sedangkan senjata terkenal lainnya adalah peda (semacam parang), sabel,tombak, dan perisai. Pedan dan parang dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan, seperti untuk bertani atau menyadap enau. Pedan ini bentuknya pendek dengan ukurun 50cm, terbuat dari besi. Hulunya terbuat dari kayu yang keras dan ujungnya bercabang dua. Sabel termasuk jenis peda dengan ukuran lebih panjang, yaitu 1-1,5m. Hulunya juga bercabang dua dan dipakai untuk perang, perisai sebagai penangkis terbuat dari kayu, diberi ukiran dengan motif motif binatang atau daun daun.

Pakaian Adat

Pakaian adat kaum pria Sulawesi Utara adalah tutup kepala (destar), baju model teluk belanga dan celana panjang. Sedangkan wanitanya memakai baju kurung dan kain panjang. Selain itu dibagian dadanya terdapat hiasan yang khas, dan perhiasan lainnya berupa subang serta gelang. Pakaian ini berdasarkan adat Bolaang Mongondow

Suku

Komposisi Suku di provinsi Sulawesi Utara
– Minahasa suku terbesar di Provinsi Sulawwesi Utara (30%) – Sangir (19.8%) – Mongondow (11.3%) – Gorontalo (7.4%) – Tionghoa (3%) – Lainnya ( Jawa, Sunda, Bugis, Makasar, Bali, dan kaum pendatang (29.5%)

Masyarakat Sulawesi Utara, khususnya Suku Minahasa mengenal adanya adat – istiadat Mapalus. Mapalus adalah suatu sistem atau teknik kerja sama untuk kepentingan bersama dalam budaya Suku Minahasa. Secara fundamental, Mapalus adalah suatu bentuk gotong royong tradisional yang memiliki perbedaan dengan bentuk-bentuk gotong royong modern, misalnya: perkumpulan atau asosiasi usaha.  Secara filosofis, MAPALUS mengandung makna dan arti yang sangat mendasar. MAPALUS sebagai local spirit and local wisdom Masyarakat Minahasa yang terpatri dan berkohesi di dalamnya: 3 (tiga) jenis hakikat dasar pribadi manusia dalam kelompoknya, yaitu: Touching HeartsTeaching Mind, dan Transforming Life. Mapalus adalah hakikat dasar dan aktivitas kehidupan orang Minahasa (Manado) yang terpanggil dengan ketulusan hati nurani yang mendasar dan mendalam (touching hearts) dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab menjadikan manusia dan kelompoknya (teaching mind) untuk saling menghidupkan dan menyejahterakan setiap orang dan kelompok dalam komunitasnya (transforming life). Menurut buku, The Mapalus Way, mapalus sebagai sebuah sistem kerja yang memiliki nilai-nilai etos seperti, etos resiprokal, etos partisipatif, solidaritas, responsibilitas, gotong royong, good leadership, disiplin, transparansi, kesetaraan, dan trust. Seiring dengan berkembangnya fungsi-fungsi organisasi sosial yang menerapkan kegiatan-kegiatan dengan asas Mapalus, saat ini, Mapalus juga sering digunakan sebagai asas dari suatu organisasi kemasyarakatan di Minahasa.

Mapalus berasaskan kekeluargaan, keagamaan, dan persatuan dan kesatuan. Bentuk Mapalus, antara lain:

  • Mapalus tani
  • Mapalus nelayan
  • Mapalus uang
  • Mapalus bantuan duka dan perkawinan; dan,
  • Mapalus kelompok masyarakat.

Dalam penerapannya, Mapalus berfungsi sebagai daya tangkal bagi resesi ekonomi dunia, sarana untuk memotivasi dan memobilisasi manusia bagi pemantapan pembangunan, dan merupakan sarana pembinaan semangat kerja produktif untuk keberhasilan operasi mandiri, misalnya: program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Prinsip solidaritas yang tercermin dalam Mapalus terefleksi dalam perekonomian masyarakat di Minahasa, yaitu dikenalkannya prinsip ekonomi Tamber. Prinsip ekonomi Tamber merujuk pada suatu kegiatan untuk memberikan sesuatu kepada orang lain, atau warga sewanua (sekampung) secara sukarela dan cuma-cuma, tanpa menghitung-hitung atau mengharapkan balas jasa. Prinsip ekonomi Tamber berasaskan kekeluargaan. Dari segi motivasi adat, prinsip ini mengandung suatu makna perekat kultural (cagar budaya) yang mengungkapkan juga kepedulian sosial, bahkan indikator keakraban sosial Faktor. kultural prinsip ekonomi Tamber berdasarkan keadaan alam Minahasa yang subur dan berlimpah, dan tipikal orang Minahasa yang cenderung rajin dan murah hati. Budaya Gotong Royong yang terbentuk dalam satu ikatan persaudaran ini banyak dijumpai di banyak Budaya Indonesia. Hal ini hampir serupa dengat adat istiadat Pela Gandong di Maluku, yang terbentuk dalam suasana keberagaman dalam satu ikatan gotong royong.

Bahasa

Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu, selebihnya bahasa yang dibawa oleh masing – masing suku, Mongondow, Sangir, Minahasa, Gorontalo dan lain lain.

Lagu Daerah

– Esa Moka

– Gadis Teruna

– O Ina Ni Keke

– Si Patokan

– Sitara Tillo

– Tahanusangkara

– Tan Mahurang 

Makanan Khas

Tinutuan

Tinutuan adalah sebutan untuk bubur Manado. Bubur ini adalah bubur yang kaya akan sayuran hijau, jika anda adalah seorang vegetarian anda pasti akan sangat menyenangi makanan yang satu ini.Selain itu tinutuan ini adalah makanan yang sangat terkenal di Sulawesi Utara. Anda bisa mendapatkan makanan ini dengan mudah. Jika anda berkunjung ke Sulawesi Utara atau Manado anda wajib mencicipi makanan yang satu ini.Anda bisa mengunjungi Jalan Wakeke di Manado untuk mencicipi makanan Manado yang lezat ini

Klappertart

Klappertart adalah sebuah makanan ringan khas Manado. Sebenarnya makanan ini adalah makanan yang berasal dari Belanda tapi mengalami adaptasi budaya Bumi Nyiur Melambai. Kue yang satu terbuat dari adonan kelapa dan diatasnya diberi sirup gula. Kue ini telah menjadi salah satu budaya di Manado, ini terbukti dari perayaan-perayaan yang ada diadakan selalu menyajikan kue yang satu ini.Sekarang ini banyak juga para wisatawan yang datang ke Manado atau Sulawesi Utara selalu membawa klappertart sebagai salah satu dari oleh-olehnya.

Nasi Jaha

Nasi jaha adalah salah satu makanan khas Sulawesi Utara yang cukup unik. Makanan ini terbuat dari beras ketan. Yang membuat kuliner yangs atu menjadi unik adalah proses pembuatannya. Semua bahan dasar pembuat nasi jaha dimasukan kedalam sebuah batang bamboo.Lalu batang bamboo tersebut dibakar yang sebelumnya telah dilapisi dengan daun pisang. Biasanya nasi jaha disajikan saat terdapat perayaan pengucapan syukur.Namun anda bisa mendapatkan makanan yang satu di berbagai tempat makan. Jika anda penasaran akan rasanya jangan sampai lupa untuk mencicipi makanan yang satu ini.